ANDALAS NUSANTARA | BANDA ACEH
Pemulihan pascabencana di Aceh mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Aktivitas warga di sejumlah wilayah terdampak kini berangsur normal, seiring percepatan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal Z.A, Selasa (14/4/2026), menyatakan bahwa berbagai sektor mulai pulih, termasuk layanan publik dan aktivitas pemerintahan yang telah kembali berjalan seperti biasa.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memastikan keberlanjutan pemulihan tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat terdampak. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah program padat karya atau cash for work, yang melibatkan warga dalam proses pembersihan sisa material bencana sekaligus memberikan tambahan penghasilan.
Selain itu, percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana juga terus dilakukan. Pemerintah menargetkan penyediaan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka pendek dan panjang untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga.
Di sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar dilaporkan telah kembali berlangsung normal di sejumlah daerah.
Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa kehidupan masyarakat mulai stabil pascabencana.
Safrizal menambahkan, pemulihan juga ditopang oleh penguatan ekonomi lokal dan distribusi bantuan yang semakin terarah. Ia menilai, langkah tersebut berkontribusi dalam mempercepat kebangkitan masyarakat secara menyeluruh.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan akademisi, dalam merumuskan kebijakan pemulihan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Safrizal mengakui proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia optimistis dengan sinergi yang terbangun, Aceh mampu bangkit dan pulih secara berkelanjutan.


