ANDALAS NUSANTARA | SIGLI
Minggu pagi (19/04/2026), aroma lumpur sisa banjir masih pekat di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay). Di salah satu rumah warga lanjut usia, genangan sudah surut, tapi meninggalkan endapan lumpur tebal, sampah, dan perabot yang berserakan.
Tak lama, 22 prajurit Yonif TP 857/Gana Gajahsora (GG) Mane, Pidie, Aceh, tiba di lokasi dipimpin DPP Sertu Hasanuddin. Tanpa banyak aba- aba, mereka langsung menggelar perlengkapan: cangkul, sekop, sapu, hingga selang air. Ini respons cepat satuan atas kondisi warga pasca banjir.
“Kita kerja sampai bersih dan layak huni lagi,” begitu arahan singkat Sertu Hasanuddin sebelum prajurit menyebar ke tiap sudut rumah.
Lumpur yang sudah mengeras disekop, lantai digosok, sampah dikumpulkan, perabotan satu per satu diangkat dan dibersihkan.
Prajurit muda bergantian mendorong air, mengangkat puing, dan menyapu sisa kotoran yang menempel di dinding.
Keringat bercucuran, tapi semangat gotong royong tak kendur. Warga sekitar yang melihat ikut tergerak membantu semampunya.
Hingga sore hari, pembersihan masih terus berlangsung. Kondisi rumah belum sepenuhnya bersih, tapi perubahannya sudah terlihat jelas dibanding kondisi awal.
Lantai mulai tampak, sirkulasi udara kembali lancar, dan bagian rumah yang tadinya tertutup lumpur pelan-pelan kembali seperti semula.
"Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan sampai rumah benar-benar bersih dan layak huni kembali. Dan ini sesuai arahan pimpinan," ucap Sertu Hasanuddin.
Bagi warga lansia yang tenaganya terbatas, kehadiran prajurit Yonif TP 857/GG jadi penolong nyata. Bukan sekadar bersih-bersih, tapi bukti bahwa TNI hadir meringankan beban rakyat saat bencana melanda.[AA]



