Iklan

https://www.andalasnusantara.com/p/hotel-hermes-palace-banda-aceh.html

terkini

Iklan

Jelang Musda Demokrat Aceh, Sayuti Kantongi 21 Dukungan DPC

Marzuki
13 Agustus 2026, 7:02 PM WIB Last Updated 2026-08-13T12:02:55Z

ANDALAS NUSANTARA | BANDA ACEH 

 Jalan bagi Sayuti Abubakar yang kini menjabat sebagai Wa;likota Lhokseumawe, untuk menuju kursi pemegang tongkat komando Partai Demokrat di Aceh, sepertinya sudah tak terbendung lagi. Mendaftar di hari terakhir tahapan pendaftaran, Selasa (11/08/2026), Sayuti seakan menyapu bersih semua dukungan, yakni mendapat dukungan penuh 21 DPC dari 23 DPC Demokrat se-Aceh. 


Sementara satu-satunya mitra kontestasi yang telah mendaftar lebih awal, Nurdiansyah Alasta yang mendaftar sehari sebelumnya, Senin (10/08/2026), justru bukan bertambah dukungan, malah dukungan yang ada tergerus akibat beralih ke Sayuthi. “Saya mencabut dan menarik dukungan pada calon sebelumnya dan mendukung Sayuti Abubakar menjadi Ketua Demokrat Aceh,” kata Nora Indah Nita, Ketua DPC Demokrat Aceh Tamiang. 


Beberapa sumber menyebutkan, saat ini kubu Sayuti sedang berada di Jakarta untuk ‘melapor’ ke DPP Demokrat, termasuk tentang klaim dukungan. 


Ketua Steering Committee (SC) Musda Demokrat Aceh, Dalimi yang dihubungi meuseuraya.id, Kamis (13/08/2026) siang tadi mengakui tentang mayoritas dukungan untuk Sayuti. Sebelumnya persyaratan minimum dukungan adalah enam DPC. Namun dengan adanya DPC yang beralih, kini sisa potensi dukungan untuk Nurdiansyah yang akrab disapa Dian itu, hanya dari Pidie dan Aceh Tenggara.


Namun menurut Dalimi tentu ada persyaratan lain yang telah ditetapkan oleh partai, selain syarat dukungan DPC. “Kita tetap bawa kedua nama itu dalam floor Musda Demokrat Aceh, lalu dari sana akan diusul ke DPP untuk dilakukan penetapan ketua DPD Demokrat Aceh periode 2026-2031 oleh Ketum DPP,” kata Dalimi.


Sebelum dibuka tahapan pencalonan, beberapa nama telah ambil ancang-ancang untuk ikut kontestasi menuju kursi puncak Demokrat Aceh. Salah satunya adalah HT Ibrahim ST MT yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Belakangan entah mengapa, tiba tiba HT Ibrahim lempar handuk putih justru sebelum tahapan pendaftaran dibuka. 


Sempat juga muncul dan berkibar nama Illiza Saaduddin Jamal (Walikota Banda Aceh), sebagai bakal kandidat. Belakangan nama Illiza juga menghilang, dan disebut-sebut adanya resistensi dari pihak internal yang telah lebih dulu membidik posisi Ketua Demokrat Aceh. Hal yang nyaris senada dengan Illiza sempat menimpa Sayuti, namun seiring waktu, resistensi internal itu mengecil dan justru kemudian berbalik menjadi dukungan sangat mayoritas. Sejauh ini belum diketahui apa penyebab berbaliknya resistensi menjadi dukungan mutlak tersebut. 


Seperti diakui Dalimi, Musda Demokrat Aceh itu puncaknya berlangsung 19 Agustus 2026, dengan lokasi pasti yang masih dijajaki. Musda itu akan diikuti sekitar 250 orang peserta, yang berasal antara lain dari jajaran DPC Demokrat se-Aceh, kader demokrat di seluruh DPRK di Aceh serta juga DPRA. Selain itu juga dari jajaran pengurus DPD Demokrat Aceh. 


Beberapa sumber mengungkapkan tentang situasi pendaftaran Sayuti sebagai Bakal Calon Ketua Demokrat Aceh berlangsung sangat cair dan penuh kehangatan. Canda tawa mengiringi proses verifikasi berkas yang digawangi oleh politisi senior Partai Demokrat Aceh Dalimi, Iqbal Farabi, Zainal, Muhammad Riski dan tim. 


Setelah berkas dinyatakan lengkap Dalimi mengambil satu persatu surat dukungan dan melakukan ‘verifikasi’ faktual pada masing—masing ketua DPC. “Saya menanyakan kepada bapak dan ibu sekalian terkait surat dukungan pada Pak Sayuti Abubakar yang sudah anda tandatangani. Tidak ada paksaan, dan silakan jawab secara jujur,” ujar Dalimi. 


Ketua DPC Demkorat Kabupaten Bireuen Zulfikar yang mendapat kesempatan dari panitia menjawab bahwa surat dukungannya benar untuk Dr Sayuti Abubakar SH MH. “Saya dukung Sayuti Abubakar menjadi Ketua DPD Partai Demoktat Aceh,” katanya.


Kemudian Ketua DPC Demokrat Aceh Tamiang Nora Indah Nita mengatakan bahwa sebelumnya ia pernah menandatangani surat dukungan untuk Nurdiansyah, waktu baru satu calon. Namun sering waktu bertambah calon yang lain yaitu Sayuti Abubakar. “Saya mencabut dan menarik dukungan pada calon sebelumnya dan mendukung Sayuti Abubakar menjadi Ketua Demokrat Aceh,” katanya.

 

Nora secara terbuka mengatakan tidak ada pemaksaan. Srikandi Partai Demokrat ini lalu membacakan surat pernyataan menarik dukungan terhadap Nurdiansyah Alasta dan menyerahkan pada panitia Musda. 


Hal yang hampir sama disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Aceh Utara H Tantawi. Ia berpidato sekitar lima menit dan pada akhirnya ia memastikan bahwa surat dukungan untuk Sayuti Abubakar menjadi Ketua DPD Partai Demokrat adalah benar. “Saya mendukung Pak Sayuti Abubakar menjadi Ketua DPD Demokrat Aceh,” katanya. 


Di tempat yang sama Ketua DPC Demokrat Kota Lhokseumawe T Sofianus menyampaikan hal serupa. “Benar surat dukungan untuk Sayuti Abubakar menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Aceh saya yang tandangan tangan,” katanya. 


Pendapat yang sama disampaikan oleh 18 ketua DPC demokrat se Aceh lainnya. Bahwa ketuguhan dukungan disampaikan saat foto bersama serta rekaman video.[]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jelang Musda Demokrat Aceh, Sayuti Kantongi 21 Dukungan DPC

Terkini