ANDALAS NUSANTARA | LAMPUNG TIMUR
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama mahasiswa KKN Rekognisi periode 17 melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan lingkungan di Pondok Pesantren Assahil, Lampung Timur, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. kegiatan ini mengangkat tiga program utama, yaitu pemanfaatan air hujan (Rainwater Harvesting), pemanfaatan sampah plastik (Ecobrick) menjadi kursi, dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru berupa sabun batang.
Kegiatan PKM yang diketuai oleh Dosen Pembimbing Lapangan Devi Kurnia Sari, S.T., M.Eng dan anggota tim dosen PKM serta diikuti oleh 23 santri, guru pendamping SMA Assahil, dan 11 anggota KKN Rekognisi. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga praktik secara langsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep, manfaat, dan penerapan Rainwater Harvesting, ecobrick, serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun batang.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengetahui dan mempraktikan tahapan penerapan teknologi sederhana dalam pengelolaan lingkungan.
pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk membuat kursi (ecobrick) dan sabun dari minyak jelantah yang didampingi oleh seluruh anggota tim KKN.
Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Zahra dan Salma, santriwati Assahil, mengaku senang mengikuti kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menambah pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan.
“ Kami sangat senang kedatangan kakak-kakak dari itera, yang mengajarkan kami mengenai pemanfaatan sampah, minyak jelantah, serta mengenai pemanenan air hujan, sehingga disini kami mendapat tambahan ilmu. dan mengenai pemanfaatan sampah yang dimana mengajarkan kami sebagai seorang muslim untuk menjaga kebersihan karena kebersihan sebagian dari pada iman " ujar zahra dan salma.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat. Air hujan dapat dimanfaatkan, minyak jelantah dapat diolah kembali, dan sampah plastik dapat dikelola agar tidak langsung berakhir sebagai limbah,” ujar Devi Kurnia Sari, S.T., M.Eng., selaku ketua tim kegiatan PKM yang didampingi dosen tim PKM Andika Munandar, S.Si., M.Eng, Ir. Wanda Gustina Utami, S.T., M.Ling., Nur Faizaturrohmah, S.P., M.Sc., dan Tastaptyani Kurnia Nufutomo, S.Si., M.T.
Antusiasme terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik di Pesantren Assahil, ibu Titik. Menurutnya, materi dan praktik yang diberikan dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi warga pesantren dalam menjaga kebersihan dan memanfaatkan kembali limbah yang dihasilkan.
“ Ilmu yang diberikan dalam pengolahan sampah ini dapat membuat lingkungan kami lebih terjaga dan juga mendaur ulang agar sampah lebih bermanfaat” ujarnya.
Melalui kolaborasi antar perguruan tinggi, mahasiswa, tenaga pendidik, dan santri kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata edukasi lingkungan berbasis praktik yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan Pesantren Assahil sekaligus mendukung terwujudnya perilaku hidup yang lebih berkelanjutan.[]



