Iklan

https://www.andalasnusantara.com/p/hotel-hermes-palace-banda-aceh.html

terkini

Iklan

Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai, Tim PKM Prodi Teknik Lingkungan ITERA Edukasi Santri PPTQ Assahil Membuat Eco-Enzyme

Marzuki
09 Agustus 2026, 2:49 PM WIB Last Updated 2026-08-09T07:49:14Z

 


ANDALAS NUSANTARA | LAMPUNG TIMUR 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersinergi dengan mahasiswa KKN Rekognisi Periode 17 melakukan edukasi pembuatan eco-enzyme di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Assahil, Waway Karya, Lampung Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026.


Mengusung tema Produksi Eco-Enzyme sebagai Inovasi Pengelolaan Sanitasi dan Lingkungan Berkelanjutan, kegiatan ini diketuai oleh Dian Neli Pratiwi, S.Si., M.Ling. Sebanyak 23 santri kelas X dan guru SMA Assahil mengikuti kegiatan dengan antusias, didampingi oleh lima dosen Teknik Lingkungan serta sembilan mahasiswa KKN Rekognisi Periode 17 ITERA.


Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga pesantren mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Selain itu, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan eco-enzyme sebagai bahan dasar produk pembersih yang ramah lingkungan, mudah dibuat, dan berpotensi mengurangi pengeluaran operasional pesantren.


Belajar Mengolah Sampah Organik dari Dapur dalam sesi sosialisasi, dosen dan mahasiswa ITERA memperkenalkan eco-enzyme sebagai cairan alami yang dihasilkan melalui fermentasi sampah organik dapur, seperti kulit buah dan sisa sayuran segar, dengan gula atau molase dan air.


Peserta mendapatkan penjelasan mengenai jenis bahan yang dapat dan tidak dapat digunakan, rasio formulasi 1:3:10, tahapan pencampuran bahan, proses fermentasi, perawatan selama penyimpanan, hingga tahapan prapanen.


Edukasi tersebut juga dikaitkan dengan landasan moral untuk menjaga kelestarian bumi dan tidak melakukan kerusakan lingkungan, sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Araf ayat 56. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman santri bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.


Tidak hanya mempelajari proses pembuatannya, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai pemanfaatan eco-enzyme, antara lain sebagai pupuk alami untuk tanaman, campuran pembersih lantai, serta bahan untuk diversifikasi produk kebersihan seperti sabun cuci piring dan detergen ramah lingkungan.


Dosen dan Mahasiswa ITERA Berikan Praktik Langsung Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh tim dosen Program Studi Teknik Lingkungan ITERA yang terdiri atas Suci Wulandari, S.T., M.T.; Aulia Annas Mufti, S.T., M.Eng.; Dr. Raden Putra, S.T.; dan Nabila Putriyandri Alifa, S.T., M.Si.


Bersama tim mahasiswa KKN, para dosen memberikan demonstrasi langsung mengenai proses pembuatan eco-enzyme dan tahapan produksi sabun detergen berbasis eco-enzyme. Peserta juga memperoleh panduan praktis pengelolaan limbah organik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Dengan praktik secara langsung, para santri diajak memahami bahwa sampah organik tidak harus berakhir di tempat pembuangan. Penerapan pemilahan dan pengolahan yang tepat, sisa buah dan sayuran dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kebersihan, kesehatan lingkungan, dan penghematan biaya.

Salah satu peserta, Ran Khairul Anam, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi para santri mengenai potensi pemanfaatan sampah organik.


Pertemuan ini menyadarkan kami bahwa sampah bukan sekadar limbah buangan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah memiliki potensi ekonomi dan manfaat besar bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan, ujar Ran.


Berpotensi Hemat Biaya Kebersihan hingga 41,5 Persen Aspek menarik lainnya dalam kegiatan ini adalah pemaparan analisis perbandingan biaya antara penggunaan sabun komersial dan sabun berbasis eco-enzyme.


Dengan memanfaatkan eco-enzyme yang diproduksi secara mandiri sebagai bahan pembuatan sabun, pesantren diperkirakan dapat menghemat pengeluaran operasional kebersihan hingga 41,5 persen. Nilai tersebut setara dengan penghematan sekitar Rp386.000 dalam rentang waktu kurang lebih 62 hari dibandingkan dengan penggunaan sabun komersial.


Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berpotensi mendukung efisiensi ekonomi pesantren. Sampah dapur yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk kebersihan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.


Ketua Pelaksana PKM, Dian Neli Pratiwi, S.Si., M.Ling., menyampaikan bahwa edukasi eco-enzyme menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang sederhana dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.


“Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat pesantren tidak hanya memahami cara membuat eco-enzyme, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan. Pengolahan sampah organik dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, mandiri, dan bernilai ekonomi, ujarnya.


Dorong Pesantren yang Bersih, Mandiri, dan Berkelanjutan Rangkaian edukasi pembuatan eco-enzyme dan sabun ramah lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta kesadaran ekologis warga PPTQ Assahil. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan melalui pemilahan sampah organik, produksi eco-enzyme secara berkala, serta pengembangan produk pembersih ramah lingkungan untuk kebutuhan internal pesantren.


Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, santri, dan pengelola pesantren tersebut juga menjadi wujud kontribusi ITERA dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.


Penerapan pengelolaan sampah organik yang konsisten, PPTQ Assahil diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih dan sehat, mengurangi timbulan sampah, serta menekan biaya operasional melalui pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis eco-enzyme.[]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai, Tim PKM Prodi Teknik Lingkungan ITERA Edukasi Santri PPTQ Assahil Membuat Eco-Enzyme

Terkini