ANDALAS NUSANTARA | SIGLI
Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) Kabupaten Pidie, melaksanakan Rapat Koordinasi Klinik UMKM Bangkit bersama penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kabupaten Pidie, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh Syariah (BAS), dan Pegadaian Syariah, Senin (09/02/2026).
Rapat koordinasi yang berlangsung di ruang kerja Kadis Perdagkop UKM Pidie tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan kegiatan Sosialisasi Relaksasi KUR bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Klinik UMKM Bangkit ini merupakan program dari Kementerian UMKM RI. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah di tiga provinsi yang terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dalam rapat ini dibahas berbagai hal teknis dan substansi, antara lain mekanisme relaksasi KUR, skema pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit, serta peran masing-masing lembaga penyalur dalam mendukung pemulihan usaha pelaku UMKM pascabencana.
Kadis Perdagkop UKM Pidie, Cut Afrianidar, S.H , M.Si, C.P.M.P., mengatakan, sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan serta solusi konkret bagi UMKM yang mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
Disperdagkop UKM Kabupaten Pidie, tegas Cut Afrianidar, berkomitmen untuk terus hadir mendampingi UMKM melalui koordinasi yang intensif dengan lembaga keuangan, sehingga kebijakan relaksasi KUR dapat tersosialisasi dengan baik dan tepat sasaran.
"Melalui kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, diharapkan para pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi dapat memperoleh pemahaman yang jelas terkait fasilitas relaksasi KUR serta dukungan pembiayaan untuk mempercepat pemulihan dan keberlanjutan usaha," demikian terang Cut Anda, sapaan akrab Cut Afrianidar.[As]



